Del FM

Laksanakan Sterilisasi Binatang Gratis, Anita : Konsumsi Daging Anjing Bukan Budaya Batak

top-news

Laksanakan Sterilisasi Binatang Gratis, Anita : Konsumsi Daging Anjing Bukan Budaya Batak

Yayasan Sahabat Satwa Toba Sumatera atau yang lebih dikenal dengan Komunitas Toba Animal Friends mengadakan sterilisasi gratis untuk hewan peliharaan dan kucing jalanan di jalan Bypass, dekat kantor Samsat, Balige, Senin (5/5/2025). Founder Yayasan Sahabat Satwa Toba Sumatera Anita Panggabean mengatakan bahwa sterilisasi ini dilakukan mengendalikan populasi hewan peliharaan di zaman sekarang.

"Anjing kan bisa beranak pinak 2 kali dalam setahun, sehingga sulit buat masyarakat kita untuk kasih makan semua anjing itu. Jadi salah satu cara orang Batak mengontrol banyaknya anjing itu adalah dengan memakannya. Ini enggak cocok lagi dilakukan di masa ini. Maka kita lakukan sterilisasi mengontrol jumlah anjing” Ujar Anita dalam wawancara dengan Del FM, Senin (28/4/2025)

Sterilisasi gratis ini juga dilakukan untuk membebaskan Indonesia dari konsumsi daging anjing dan kucing yang dianggap berlebihan.

“Kita kan di Indonesia sedang menuju bebas rabies dan bebas dari daging anjing. Ini karena daging anjing itu tidak termasuk defenisi untuk pangan peternakan dan kehutanan. Jadi anjing dan kucing adalah hewan peliharaan, yang bukan untuk di konsumsi.” Pungkasnya.

Menurut Anita, daging anjing tidak pernah dinyatakan layak untuk konsumsi masyarakat luas. Belum lagi supply penjualan daging anjing untuk konsumsi banyak melibatkan tindakan pencurian.

“Daging anjing ini kebanyakan adalah hasil pencurian, atau anjing-anjing yang datang dengan mobil pick up yang datang dari Sumatera Barat dalam kondisi sakit-sakitan, yang biasanya dijual ke pengepul-pengepul anjing tanpa melalui proses pengecekan kesehatan. Konsumsi daging anjing ini nantinya bisa menyebabkan banyak penyakit tersebar ke masyarakat.” Ungkap Anita.

Anita mengatakan bahwa orang Batak tidak pernah memakan anjing ketika dulu memeluk agama parmalim. Hal ini disebabkan adanya peraturan adat untuk tidak mengonsumsi segala jenis binatang yang bertaring.

“Tapi setelah banyak yang pindah agama dan waktu itu kondisi krisis ekonomi dan krisis pangan, maka orang Batak terpaksa memakan yang ada untuk bisa bertahan hidup. Populasi anjing masa itu juga meningkat. Akhirnya orang Batak memutuskan untuk memakan anjing juga untuk mengontrol populasinya.” Kata Anita.

Anit menambahkan bahwa turis mancanegara kaget dan menangis ketika tau bahwa orang Batak masih mengonsumsi daging anjing. Ia menyimpulkan, bahwa daerah wisata harus bersih dari konsumsi daging anjing, agar kunjungan turis mancanegara tidak berkurang, tapi semakin bertambah.

Selain sterilisasi hewan peliharaan, Komunitas Toba Animal Friends juga melakukan sterilisasi kepada kucing-kucing jalanan. Mereka akan menangkap kucing-kucing tersebut pada Minggu (4/5/2025), lalu melakukan sterilisasi pada keesokan harinya.

“Kalau ada yang mau ikut membantu menangkap kucing, boleh ya. Untuk sterilisasi, syaratnya harus puasa dulu ya hewan peliharaannya. Terus, pastikan juga hewan peliharaan kamu dalam kondisi sehat.” Tambah Anita.

Untuk bisa ikut sterilisasi, pastikan anjing atau kucingmu memiliki nafsu makannya baik, tidak diare atau muntah, usia minimal 5 bulan untuk jantan, minimal 6 bulan untuk betina, tidak dalam kondisi hamil atau menyusui, tidak dimandikan 1 hari sebelum sterilisasi, dan jika sudah di vaksin, pastikan jarak vaksin dan sterilisasi minimal 3 bulan.

“Makan anjing bukan tradisi kita. Konsumsi daging anjing hanya akan mendukung tindakan kriminalitas dari para pemalas yang mencuri anjing dari jalanan. Bahkan sop anjing tidak terbukti dapat mengobati penyakit apapun. Jadi, ayo lebih bijak, ayo kita tolak konsumsi daging anjing.” Pesan Anita.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *